Aku
tau kita berbeda, bahkan berbeda terlalu jauh. Aku bagaikan kutub positif dan
kau bagaikan kutub negatif yang apabila kedua kutub yang berbeda tersebut
didekatkan akan menimbulkan gaya tarik menarik satu sama lain yang tidak akan
berlaku diantara kita berdua. Apa kau tau disaat kau berada didekatku, kau
mampu memacu adrenalin yang terletak di dalam medulaku dan bahkan aku berharap
hukum gravitasi di sekelilingku ini berhenti tuk sementara.
Semenjak
ada dirinya kau selalu mengacuhkan aku seolah-olah aku tidak ada. Semenjak kau
berada didekatnya kau membuat konfigurasi elektron valensiku menjadi tidak
stabil. Kau membuatku begitu kecil melebihi sel eukariotik, yang mirisnya lagi
kau membuatku beda yang terlalu jauh diantara kita. Aku berada di suku pertama
dan mungkin kau berada di suku terakhir yang menciptakan beda yang terlalu
sulit untuk ku jangkau. Sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa kau tetap
menjadi modus yang paling indah dari sekian banyak datum-datum dari
rentetannya. Aku ingin menjadikan kau simple past tenseku tapi kau tetap selalu
menjadi simple present tenseku. Di saat aku mulai melupakanmu, kau selalu
mentransformasikan titik namamu ke titik-titik tertentu dalam diriku yang akan
menghasilkan bayangan wajahmu, memaksaku untuk mengingatmu lagi. Ini tidak
terjadi sekali dua kali. Ini terjadi untuk kesekian kalinya.
Aku
masih ingat saat pertama kali bayanganmu jatuh ke fokus hatiku. Kau begitu
nyata, tegak, dan diperbesar. Aku ingin seperti dulu yang mampu berotasi dengan
indah saat kau berada di dekatku. Aku ingin kau menjadi sin kuadrat alfa dan
aku menjadi cos kuadrat alfa apabila kau dan aku dijumlahkan kau dan aku
menjadi satu. Tapi aku tau itu hanyalah imajinasi semata. Seandainya kau tau
bahwa besarnya cintaku kepadamu itu melebihi bilangan avagadro. Mungkin aku
harus mengambil silogisme yang sangat menyakitkan bahwa kau bukanlah untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar